Minggu, 16 Oktober 2011

What's up?

Tahukah kamu kalau otak kita sebenarnya punya potensi tidak terbatas? Kamu bisa menggunakan pemberian Tuhan tersebut untuk berpikir, memecahkan semua masalahmu, bahkan mengingat apa saja.
Mungkin kamu bertanya, “Kalau memang otak punya potensi tidak terbatas, kenapa aku susah menghafal pelajaran ya?” Ya! Itu karena kamu belum mengoptimalkan seluruh kekuatan otak. Lantas, bagaimana caranya?
Cara Si Otak Bekerja
Sebelum tentara maju berperang, ia harus menguasai seluk beluk kecanggihan senjata yang dibawa. Bisa dibayangkan bagaimana jadinya kalau ia maju perang tapi tidak tahu bagaimana cara mengoprasikan senjatanya. Saat harus menembak musuh, ia masih mencari-cari tombol yang harus dipencet. Keburu kena tembak duluan deh. He he he…
Sama dengan dirimu. Otak adalah senjatamu. Mungkin bisa dibayangkan kalau ulangan dan ujian adalah medan perangmu. Bagaimana bisa menang dalam ulangan maupun ujian jika kamu tidak mengetahui seluk-beluk otak dan pengoprasiannya?
Si jenius tahu cara menggunakan otaknya.
Otak kita terdiri dari dua belah yang disebut otak kiri dan otak kanan. Masing-masing belahan tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Lebih jelasnya show this picture

Minggu, 25 September 2011

Pengen pulangggg!

Segala sesuatu yang berhubungan dengan TIK selalu menbuatku untuk ingin pulang dan menikmati layanan internet sepuasnya.
AKU PENGEN PULANGGGGGG!
PENGEN INTERNETAN SEPUASNYA!
PENGEN NGEROMBAK BLOG INI!

Senin, 12 September 2011

Sarana and Zidane

Kalau baca title dari entry ini, sarana dan zidane? Apa nyambungnya coba? Wokkkeehhh, aku punya peliharaan baru nih. Dua hamster jenis angora yang suka banget makan kecambah. Wuih, gak elite banget ya? Makannya kecambah, biasanya kan hamster makannya kwaci biji bunga matahari. It doesn’t matter, yang penting hamsternya suka aja. Never mind!
Awalnya aku bingung, soalnya dua hamster ini gak tahu mau dikasi nama apa. Nama hamster kesukaanku sih hamtari, tapi nama itu udah aku kasihin ke hamsterku yang sekarang udah tenang di surga sana, masa nama hamster yang udah mati aku kasihin ke hamster yang baru ini? Gak enak juga kan?
Nah, suatu hari aku bawa adik sepupuku yang masih kelas 1 SD maen ke rumah. Terus aku tunjukin dua hamster baruku ke tu anak. Aku Tanya sama dia “enaknya hamsternya dikasih nama siapa yah?”.
“ini sa-ra-na.” dia bilang gitu sambil nunjuk ke arah Koran yang jadi alas kandang hamsterku. Bener aja, di Koran itu aku lihat Judul yang bertuliskan ‘Sarana Pemerintahan bla bla bla.’ Aku mikir bentar, emang keren sih! Tapi plis deh sarana itu kan mengarah pada hal-hal yang bersangkut paut dengan fasilitas dan perkantoran. Mana pantas arti yang seperti itu buat hamsterku. Tapi lucu juga kalo hamsterku dipanggil Sarana. “Oke deh.” Aku merespon, lalu hamster yang satunya lagi? Aku lihat di bagian atas ada tulisan Zidane di Koran. Wokkeee, so…
Sarana and Zidane. Not so bad. I have no other name.

Senin, 07 Maret 2011

Euridic yang tersesat dalam cerita Orion

Sungguh, terlalu banyak cerita, luapan kata-kata yang ingin aku ungkapkan pada gugusan bintang lain, pada Aurora, yang perannya tertutupi olehku dalam cerita ini, hingga aku hanya bisa berkata “sabar ya!” kepada Aurora yang beraut datar. Kini aku sadar, bukan aku peran utama di sini. Aurora-lah peran utamanya. Aku hanya Euridic yang terjebak dalam cerita sang ‘Orion’. Aku yang banyak ambil peran yang tak seharusnya aku mainkan. Aku yang berpetualang terlalu jauh, lalai dari peran yang harusnya aku mainkan, menerobos panggung sang ‘Aurora’. Tapi, kulakukan kesalahan, aku tak bisa menjaga sang orion. Salahku. Semuanya kesalahanku. Tak sepantasnya aku berpura-pura menjadi aurora yang hatinya benar-benar luluh lantak tatkala Orion lepaskan panah cintanya. Aku hanya euridic yang harusnya bermain dengan orfeus, dengan kekonyolannya dan semua mimpi-mimpi ini tentang Orfeus. Yah, ternyata aku sama konyolnya dengan orfeus. Aku senang berteman dengan orion, tertawa dan bercanda bersamanya sebagai teman, bukan sebagai orang yang mencintainya. Walau, aku masih tak rela ia bersama dengan yang bukan Aurora. Aurora yang pantas mendapatkannya, atau satu diantara gugusan bintang lain, selain mereka tidak ada yang pantas. Tak apa aku yang tanggung semua rasa sakit ini, biarlah. Karena ini salahku. Maafkan aku aurora…maafkan kekonyolanku dan semua petualangan anehku. Aku hanya Euridic yang tersesat dalam cerita Orion.

Sabtu, 26 Februari 2011

disappointed

sungguh rasanya kecewa sekali. bayangkan, seandainya kakimu patah lalu harus dioperasi. seandainya kau mengidap leukimia dan umurmu tak juga panjang. apa itu unik? apa itu lucu? atau itu hal terkeren yang bisa dibangga-banggakan di depan umum? aku menangis hanya takut kehilangan sahabatku. tapi yang ia dapat ia anggap itu keren? apa arti tangisku? kenapa semua orang di dunia ini ingin dianggap unik? hanya mau bercerita, tapi tak mau mendengarkan?

Kamis, 30 Desember 2010

winter story

Actually, it’s like winter’s holiday. Aku hanya habiskan liburanku dengan mendekam diri di rumah dengan sisa cadangan makanan yang ada. Di luar cuaca buruk. Salju turun menyelimuti rumahku selama berhari-hari. Semua orang yang keluar rumah mengenakan mantel. Yeah, anggap saja debu-debu vulkanik itu sebagai saljunya, dan masker pelindung hidung itu sebagai mantel. Beberapa kilometer di sana ada sebuah gunung. Terbatuk-batuk dan mengeluarkan abu vulkanik. Ingin rasanya aku memeluknya dan mengatakan “believe me when I said, It’s gonna be okay’. Gunung itu mengingatkanku akan bau tanah basah enam bulan lalu, arah anginnya, hembusan udara, hati penghuninya, keadaan kota, suasanya, yah suasananya terlalu hafal aku akan semua enam bulan lalu itu. Alunan nada, melodi, harmoni yang terlalu kekal untuk bisa dilupakan begitu saja. Enam bulan ini masa-masa pertamaku menjadi anak SMA. Aku tak di kota ini lagi menuntut ilmu. Yah, aku tinggalkan semua cerita di sini, berusaha melupakannya. Mengganti semuanya dengan cerita-cerita baru. Banyak hal-hal baru yang aku temui, dan cerita-cerita indah yang menggantikan cerita lamaku itu. Aku merasa berhasil lupakan cerita lama itu dengan ganti cerita yang indah dan begitu banyak yang kudapatkan di lingkungann baruku. Teman-teman yang hebat, asramaku yang tenang, sekolahku yang besar. Ketika aku kembali ke kota ini. Ah, ingat lagi aku akan semua sebelum enam bulan semester pertama di SMA itu. Tapi ya sudahlah kenangan hanya kenangan. Tuhan, hidup ini begitu indah. Terima kasih atas semuanya.